Snapdragon vs Helio vs Exynos — Perbandingan Lengkap & Mana Paling Kencang (2026)

 


Perbandingan Snapdragon vs Helio vs Exynos — Mana Lebih Kencang?



Snapdragon vs Helio vs Exynos: Gambaran Singkat

Di pasar Android, Snapdragon (Qualcomm), Helio (MediaTek) dan Exynos (Samsung) sering jadi pertimbangan utama saat memilih ponsel. Singkatnya: Snapdragon biasanya memimpin di segmen flagship (kekuatan & dukungan ekosistem), Helio fokus ke segmen entry–mid (harga rendah, efisiensi untuk tugas sehari-hari), sedangkan Exynos adalah chipset buatan Samsung yang sering bersaing di kelas menengah-flagship namun hasilnya variatif tergantung generasi dan optimisasi pabrikan.


Cara Menilai “Kencang”: metrik yang penting

Sebelum bandingkan, penting pahami metriknya:

  • CPU single-core & multi-core (respons aplikasi & multitasking) — biasanya diuji lewat Geekbench.
  • GPU / grafis (game & rendering) — diuji lewat 3DMark, AnTuTu GPU.
  • AnTuTu total score (gabungan CPU, GPU, memori, UX) — berguna untuk gambaran kasar.
  • Efisiensi daya & throttling termal (berapa lama performa puncak dapat dipertahankan).
  • Fitur khusus: NPU/AI, ISP kamera, modem 5G, dukungan Wi-Fi & codec.

Snapdragon (Quallcomm): kekuatan & karakter

Kekuatan utama

  • Seri flagship Snapdragon (contoh: Snapdragon 8-series) konsisten menempati peringkat atas di benchmark karena CPU + GPU kuat dan ekosistem driver/grafis yang matang. AnTuTu dan ranking SoC menunjukkan Snapdragon di puncak untuk kinerja total pada banyak generasi terbaru.
  • Dukungan developer & optimisasi game biasanya terbaik pada perangkat Snapdragon (driver GPU, game patches).

Kelemahan

  • Varian flagship biasanya lebih mahal.
  • Pada beberapa generasi ada trade-off antara performa puncak dan efisiensi daya — tapi Qualcomm sering memperbaikinya tiap generasi.

Cocok untuk: gamer mobile, pengguna flagship yang butuh performa puncak dan stabilitas.


Helio (MediaTek): posisi dan peran di pasar

Catatan penting: “Helio” adalah lini MediaTek yang lebih fokus ke segmen entry–mid (Gaming midrange pada seri G seperti Helio G99/G96/G95). Untuk flagship, MediaTek memakai merek Dimensity — dan Dimensity lah yang bersaing langsung dengan Snapdragon flagship.

Kekuatan Helio

  • Harga komponen lebih murah → ponsel lebih terjangkau.
  • Cukup untuk tugas sehari-hari, multimedia, dan game ringan–sedang (seri G seperti G99 dirancang untuk gaming di kelasnya).

Kelemahan

  • Node proses dan arsitektur umumnya lebih tua dibandingkan SoC flagship (akibatnya performa dan efisiensi lebih rendah).

Cocok untuk: pengguna anggaran terbatas, ponsel entry–mid, pemakaian sehari-hari dan game ringan.


Exynos (Samsung): perkembangan & realita performa

Perkembangan terakhir

  • Samsung terus memperbarui Exynos; generasi terbaru (contoh: Exynos 2400) menghadirkan peningkatan CPU/GPU, optimasi proses fabrikasi, dan paket thermal berbeda (FOWLP pada Exynos 2400 disebutkan Samsung untuk manajemen panas). Namun secara real-world performa terkadang masih berada di bawah kompetitor Snapdragon di beberapa metrik GPU/AnTuTu tergantung perangkat dan tuning.

Kekuatan

  • Integrasi yang baik untuk perangkat Samsung (software + modem + sensor kamera).
  • Fitur tertentu (mis. GPU berbasis RDNA atau GPU generasi baru) dapat menunjukkan keunggulan pada beban tertentu.

Kelemahan

  • Hasil benchmark dan pengalaman pengguna dapat berubah antar generasi; ada laporan kapal-produk (device) dengan Exynos yang kalah tajam dibanding Snapdragon setara pada GPU/efisiensi. Ini membuat perbandingan harus melihat generasi spesifik.

Cocok untuk: pengguna Samsung yang menginginkan integrasi fitur Samsung; kalau ingin performa puncak, cek generasi Exynos spesifik dan ulasan perangkat.


Ringkasan performa (praktis)

  • Flagship tercepat (umum): Snapdragon flagship terbaru atau MediaTek Dimensity flagship (bukan Helio) sering memimpin menurut AnTuTu / ranking SoC. Jika tujuanmu “paling kencang”, lihat Snapdragon 8-series terbaru atau Dimensity seri tertinggi.
  • Midrange kuat tapi murah: Helio (seri G) bagus di kelas harga terjangkau; namun secara mentah (raw power) kalah jauh dari SoC flagship.
  • Exynos: kompetitif, tapi harus dinilai per-generasi; Exynos terbaru mempunyai fitur menarik (mis. manufaktur & thermal improvements), namun di beberapa pengujian masih ketinggalan di GPU/AnTuTu dibandingkan rival teratas.

Bagaimana memilih menurut kebutuhan (quick guide)

  1. Butuh gaming & performa maksimal: pilih ponsel dengan Snapdragon flagship atau Dimensity flagship (bukan Helio).
  2. Budget terbatas & penggunaan sehari-hari: ponsel Helio G99/G96 cukup baik; hemat biaya.
  3. Kamera & ekosistem Samsung: pertimbangkan Exynos di perangkat Samsung—tapi cek review per perangkat untuk memastikan performa GPU/thermal.


Q: Apakah Helio sama kencangnya dengan Snapdragon?
A: Tidak. Helio fokus ke segmen entry–mid; Snapdragon seri flagship secara umum menawarkan performa mentah lebih tinggi.

Q: Exynos atau Snapdragon: mana yang lebih baik?
A: Tergantung generasi dan model ponsel. Beberapa Exynos terbaru mendekati atau menyaingi Snapdragon, namun benchmarking dan optimasi perangkat mempengaruhi hasil akhir. Selalu cek benchmark & review perangkat tertentu.

Q: Apa alternatif MediaTek yang setara flagship?
A: Seri Dimensity MediaTek (bukan Helio) adalah alternatif flagship yang sering bersaing langsung dengan Snapdragon.




Kesimpulan — Mana yang paling kencang?

Jika ditanya “mana lebih kencang?” secara umum: untuk kinerja puncak andalan adalah Snapdragon flagship (atau MediaTek Dimensity flagship bila mempertimbangkan lini MediaTek). Helio adalah pilihan ekonomis untuk kelas menengah/entry dan tidak bersaing langsung dengan flagship. Exynos bisa sangat baik pada beberapa generasi—tetapi hasil akhir bergantung pada generasi SoC dan optimasi pabrikan; oleh karena itu selalu cek ulasan dan benchmark perangkat spesifik sebelum membeli.



Posting Komentar

0 Komentar